Wanita dan Tekanan Batin
Pilihan
untuk menggunakan hijab atau nggak itu memang keputusan dari tiap wanita
muslimah itu sendiri dan bahkan menggunakan pakaian yang nggak ketat pun juga
keputusan masing-masing. Jujur kadang gue juga suka bingung dengan hal-hal yang
memutuskan wanita muslimah untuk berkeinginan nggak pakai hijab, bahkan temen
gue sendiri pun masih ragu buat menggunakan hijab. Sebenernya kalo gua liat
dari kondisi temen gua ini, dia sempet pengen pakai hijab dan keinginan dia
untuk pakai hijab itu ada, bahkan sebelum ke kampus dia sempet siap-siap dandan
plus pakai hijab, tapi dia lepas lagi, karena menurut dia pakaian yang dia
pakai masih ketat, nggak pantes pakai hijab, dan akhirnya belum siap berhijab.
Di
saat gue tau kondisi temen gue yang ngomong gitu, gue sadar bahwa ada suatu
tekanan batin yang dirasa temen gue ini, dan gua gak bisa maksa kalo dia harus
berhijab walaupun gue tau berhijab itu wajib bagi muslimah. Kadang gue juga
sempet mikir, kalo kita ingin berhijab, sebenernya kita gak harus nunggu akhlak
kita itu jadi baik dulu kok atau pakaian kita harus gak ketat dulu, karena
menurut gue semua orang itu pasti pernah ngelakuin namanya suatu perbuatan yang
gak baik, semua manusia gak luput dari dosa dan mungkin kalian semua udah pada
eneg saking seringnya denger kata-kata itu.
Jujur,
alasan pertama gue berhijab itu bukan karena berhijab itu wajib walaupun gua
tau itu. Tapi alasan pertama kenapa gue berhijab itu karena keluarga dan
pengalaman yang pernah gue alami. Gue pernah mengalami kejadian yang cukup
membuat gua kaget dan bahkan gue sedih banget bisa ngalamin hal kaya gitu, bisa
dibilang lebih kaya kejadian pelecehan seksual dan disitu gua kaget banget dan
gua sempet down banget, kejadian itu gak sekali dua kali aja gua alami tapi
sampe tiga kali, dan dari situ gue selalu bawa batu kemana-mana setiap gue
pergi sekolah dan akhirnya gue memutuskan untuk berhijab. Awal gue pakai hijab
itu memang berat banget karena gua ngerasa muka gua gak pantes pakai hijab dan
bahkan gue ragu pakai hijab ke sekolah, tapi karena keluarga gua yang selalu
mendukung untuk gua buat bisa hijrah itu suatu hal yang gak bisa gua abaikan.
Sampai akhirnya gua sadar kalo saat ini gue berhijab itu bukan untuk hal-hal
yang dibilang pantas atau tidak, cantik atau tidak, dan sebagainya, tapi gue
sadar berhijab itu memang suatu kewajiban yang bisa membimbing kita kepada
kebaikan tanpa harus menunggu akhlak kita baik dulu baru berhijab, karena
ketika kita berhijab kebaikan pada diri kita itu datang dengan sendirinya.
Memang
tiap orang itu memiliki titik temu yang berbeda-beda dalam memahami kewajiban
untuk berhijab dan gua gak bisa memaksakan hal itu. Semua wanita muslimah akan
menemukannya pada titik temunya masing-masing dan seperti yang gue bilang sebelumnya,
semua wanita muslimah yang belum menggunakan hijab atau sudah menggunakan hijab
namun masih ragu itu memiliki tekanan batin yang berbeda-beda dan ketika kita
memaksa mereka untuk berhijab dengan pemahaman yang kita miliki, mungkin
sebagian muslimah akan menerimanya dan tidak menutup kemungkinan sebagian muslimah
lainnya menolak bahkan menarik kembali niat mereka untuk berhijab. Menurut gua,
hal itu bisa dibilang hal yang salah buat dilakuin walaupun tidak 100% salah,
dan hal yang menurut gue tepat untuk dilakuin yaitu jangan memaksa seseorang
untuk bertindak seperti yang kita inginkan tapi jadilah lingkungan untuknya
yang bisa membuat dia nyaman dan lebih baik, karena menurut gue lingkungan yang
baik itu dapat membawa kita untuk menjadi lebih baik juga.
Komentar
Posting Komentar